Trauma Healing Simulasi Bencana Gempa Bumi (BPBD) Kab. Situbondo
Trauma healing adalah serangkaian kegiatan psikologis dan sosial yang dilakukan untuk membantu individu, terutama anak-anak dan kelompok rentan, dalam memulihkan kondisi mental dan emosional setelah mengalami peristiwa traumatis, seperti bencana alam.
Dalam konteks simulasi bencana gempa bumi, trauma healing dilakukan sebagai bagian dari latihan kesiapsiagaan. Tujuannya bukan karena korban benar-benar mengalami trauma, tetapi untuk mempersiapkan skenario penanganan psikologis jika gempa sungguhan terjadi.
2. Tujuan Trauma Healing Simulasi
-
Memberikan gambaran penanganan korban gempa yang mengalami trauma psikologis.
-
Melatih tim relawan, guru, atau tenaga medis dalam mendampingi korban yang terdampak secara mental.
-
Memberikan edukasi tentang pentingnya pemulihan psikologis pascabencana.
-
Membangun ketahanan mental peserta simulasi dalam menghadapi bencana.
3. Sasaran Kegiatan
-
Anak-anak (siswa sekolah)
-
Lansia
-
Ibu hamil
-
Penyintas dalam simulasi
-
Masyarakat umum yang dilibatkan dalam skenario
4. Bentuk Kegiatan Trauma Healing dalam Simulasi
Beberapa kegiatan trauma healing yang biasa dilakukan saat simulasi:
a. Sesi Psikososial
-
Cerita bersama (storytelling)
-
Curhat kelompok (sharing session)
-
Bermain peran untuk mengekspresikan emosi
-
Teknik relaksasi pernapasan
b. Kegiatan Kreatif dan Edukatif
-
Menggambar dan mewarnai
-
Bernyanyi dan bermain musik
-
Menari atau gerak tubuh bebas
c. Games dan Outbond Ringan
-
Permainan tim untuk mengembalikan semangat dan kebersamaan
-
Ice breaking untuk menghilangkan ketegangan
d. Konseling Individu (Simulatif)
-
Pendampingan oleh psikolog atau guru BK
-
Simulasi wawancara dengan korban bencana